Chelsea Membutuhkan Sosok dari “Van Dijk”. Chelsea sedang menghadapi masalah klasik di lini belakang musim 2025/26: kurangnya kepemimpinan dan dominasi di duel udara. Meski sudah mendatangkan beberapa bek tengah berkualitas dalam dua tahun terakhir, performa pertahanan tim tetap rapuh, terutama saat menghadapi bola-bola atas dan set-piece. Banyak pengamat dan mantan pemain klub sepakat bahwa apa yang dibutuhkan Chelsea saat ini adalah sosok seperti Virgil van Dijk: bek tengah yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga punya aura pemimpin, ketenangan dalam membaca permainan, dan kemampuan mengorganisir lini belakang. Kekosongan peran itu terasa semakin nyata setelah beberapa kekalahan telak di Premier League dan kompetisi Eropa musim ini. INFO GAME
Kelemahan Pertahanan yang Terus Berulang: Chelsea Membutuhkan Sosok dari “Van Dijk”
Musim ini Chelsea sudah kebobolan lebih dari 30 gol di Premier League dari 20 pertandingan, angka yang jauh lebih buruk dibandingkan musim sebelumnya. Banyak gol lawan berasal dari situasi bola mati, terutama tendangan sudut dan tendangan bebas. Bek-bek muda yang dimainkan sering kalah duel udara, sementara pemain senior cenderung kurang konsisten dalam komunikasi. Tidak ada satu pun bek tengah di skuad saat ini yang benar-benar bisa menjadi pusat gravitasi seperti yang dilakukan Van Dijk di Liverpool selama bertahun-tahun. Van Dijk dikenal mampu memenangkan lebih dari 70 persen duel udara, membaca ancaman jauh sebelum terjadi, dan memberikan instruksi tegas kepada rekan setim. Di Chelsea, meski ada bek yang kuat secara individu, tidak ada figur yang bisa menyatukan semuanya menjadi satu unit solid. Akibatnya, tim sering terlihat panik saat lawan mengirim bola panjang atau memanfaatkan kecepatan winger.
Mengapa Profil seperti Van Dijk Sangat Cocok: Chelsea Membutuhkan Sosok dari “Van Dijk”
Van Dijk bukan sekadar bek tangguh; ia adalah pemimpin alami yang mengubah mentalitas pertahanan tim. Saat bergabung dengan Liverpool, ia langsung membawa stabilitas dan kepercayaan diri ke lini belakang yang sebelumnya rapuh. Chelsea saat ini membutuhkan hal serupa. Pelatih Enzo Maresca memang menerapkan gaya penguasaan bola tinggi, tapi tanpa bek tengah yang bisa memulai serangan dari belakang dengan akurat sekaligus menutup ruang dengan cepat, sistem tersebut jadi rentan. Profil idealnya adalah pemain berusia akhir 20-an hingga awal 30-an, tinggi, kuat duel udara, punya passing jarak jauh bagus, dan pengalaman memimpin tim besar. Van Dijk memenuhi semua itu dengan sempurna, dan itulah mengapa namanya terus disebut sebagai blueprint yang dibutuhkan Chelsea. Tanpa sosok sekelasnya, lini belakang akan terus menjadi titik lemah meski lini tengah dan depan sudah cukup kompetitif.
Opsi Transfer yang Sedang Dipertimbangkan
Manajemen Chelsea dikabarkan sedang mencari pemain dengan karakteristik mirip Van Dijk untuk jendela transfer musim panas 2026. Beberapa nama muncul di radar, termasuk bek berpengalaman dari liga top Eropa yang kontraknya mendekati akhir atau pemain muda potensial yang bisa dikembangkan menjadi pemimpin. Klub juga mempertimbangkan untuk mendatangkan bek yang sudah terbukti di level Liga Champions, meski harganya tentu tidak murah. Tantangannya adalah menemukan pemain yang tidak hanya punya kemampuan teknis, tapi juga mentalitas juara dan kemauan untuk menjadi kapten tidak resmi di lapangan. Jika transfer semacam itu berhasil, Chelsea bisa langsung meningkatkan level pertahanan mereka secara signifikan. Namun jika gagal, masalah yang sama kemungkinan besar akan berlanjut hingga musim depan.
Kesimpulan
Chelsea memang sudah punya materi bagus di hampir setiap lini, tapi tanpa sosok bek tengah yang membawa aura dan kepemimpinan seperti Virgil van Dijk, pertahanan mereka akan terus menjadi celah yang mudah dieksploitasi lawan. Musim ini menjadi bukti bahwa talenta individu saja tidak cukup; diperlukan figur sentral yang bisa mengatur ritme, memenangkan duel krusial, dan memberikan rasa aman kepada seluruh tim. Pencarian pemain dengan profil serupa menjadi prioritas utama ke depan. Jika Chelsea berhasil mendatangkan sosok yang tepat, pertahanan bisa berubah dari kelemahan menjadi kekuatan, membuka jalan bagi tim untuk kembali bersaing di papan atas dan kompetisi Eropa. Untuk saat ini, kebutuhan akan “Van Dijk baru” tetap menjadi topik hangat di kalangan suporter dan pengamat sepak bola.
