19 Jan 2026, Mon

Aturan Posisi Kiper dan Pelanggarannya di Area Penalti

aturan-posisi-kiper-dan-pelanggarannya-di-area-penalti

Aturan Posisi Kiper dan Pelanggarannya di Area Penalti. Posisi kiper di area penalti selalu jadi fokus utama aturan sepak bola, karena di sinilah kiper punya hak istimewa menangani bola dengan tangan. Laws of the Game 2025/26 membawa pembaruan signifikan untuk kurangi time-wasting dan tingkatkan akurasi di momen penalti. Kini, kiper hanya boleh pegang bola maksimal delapan detik sebelum lepas, dengan hukuman corner kick jika melanggar. Selain itu, posisi kiper saat penalti lebih longgar, tapi dilarang distrak penendang. Perubahan ini membuat permainan lebih cepat, adil, dan kurang kontroversial di area paling sensitif lapangan. REVIEW WISATA

Hak dan Batasan Kiper di Area Penalti: Aturan Posisi Kiper dan Pelanggarannya di Area Penalti

Kiper boleh menggunakan tangan atau lengan untuk tangkap, lempar, atau kontrol bola hanya di dalam area penalti sendiri. Ini hak eksklusif yang bedakan kiper dari pemain lapangan. Namun, ada batasan ketat: kiper dilarang pegang bola yang sengaja dikembalikan rekan satu tim dengan kaki (back pass), kecuali dengan kepala, dada, atau lutut. Jika melanggar, diberi indirect free kick kepada lawan.

Di luar area penalti, kiper sama seperti pemain lain—tidak boleh handsball, atau akan dihukum direct free kick atau penalti jika di area lawan. Kiper juga tidak boleh ditantang lawan saat kontrol bola dengan tangan di area penalti, untuk lindungi keselamatan. Pada 2025/26, definisi “kontrol bola dengan tangan” tetap jelas: termasuk saat bola dipegang, ditepis, atau dilempar tapi belum lepas sepenuhnya.

Aturan Baru Delapan Detik dan Time-Wasting: Aturan Posisi Kiper dan Pelanggarannya di Area Penalti

Pembaruan paling menonjol di 2025/26 adalah batas delapan detik untuk kiper pegang bola dengan tangan di area penalti. Sebelumnya enam detik dengan hukuman indirect free kick, kini jadi delapan detik tapi hukuman corner kick di sisi terdekat posisi kiper. Wasit mulai hitung saat kiper kontrol penuh, dan beri sinyal visual lima detik terakhir dengan tangan terangkat untuk peringatan jelas.

Jika lawan ganggu atau tekan kiper sehingga sulit lepas bola, malah indirect free kick untuk tim kiper. Hukuman bertahap: pertama corner saja, kedua peringatan, ketiga kartu kuning. Perubahan ini hasil uji coba sukses, efektif kurangi time-wasting tanpa hukuman terlalu berat seperti indirect free kick di area penalti. Kini, permainan lebih mengalir, terutama di akhir laga saat tim unggul sering tunda restart.

Posisi dan Pelanggaran Kiper Saat Tendangan Penalti

Saat tendangan penalti, kiper wajib tetap di garis gawang, menghadap penendang, di antara tiang gawang hingga bola ditendang. Kini, aturan longgar: setidaknya satu kaki harus menyentuh, sejajar, atau di belakang garis gawang saat bola ditendang. Kiper dilarang distrak penendang, seperti goyang tiang, tunda eksekusi, atau gerak mengganggu.

Jika kiper maju dini dan pengaruhi tendangan (misalnya selamatkan bola yang seharusnya gol), penalti diulang. Peringatan pertama, lalu kartu kuning untuk pengulangan. Pada 2025/26, VAR pantau encroachment kiper dan goal/no goal, sehingga asisten wasit posisi sejajar titik penalti untuk fokus offside rebound. Ini tingkatkan akurasi tanpa hambat alur.

Kesimpulan

Aturan posisi kiper dan pelanggarannya di area penalti pada Laws of the Game 2025/26 menunjukkan komitmen tingkatkan tempo serta keadilan permainan. Batas delapan detik dengan corner kick efektif lawan time-wasting, sementara fleksibilitas posisi saat penalti kurangi keputusan kontroversial. Hak tangani bola tetap lindungi kiper, tapi batasan ketat pastikan tidak disalahgunakan. Pada akhirnya, perubahan ini buat sepak bola lebih dinamis, kurang jeda tidak perlu, dan tetap penuh drama di area penalti. Dengan implementasi global, penggemar bisa nikmati pertandingan lebih lancar mulai musim ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *