Gabriel Jesus Senang Usai Bisa Lawan Crystal Palace. Gabriel Jesus mengungkapkan rasa senangnya setelah kembali bermain melawan Crystal Palace di perempat final EFL Cup pada 23 Desember 2025. Penyerang Brasil itu tampil sebagai starter pertama kali setelah absen hampir setahun akibat cedera lutut serius. Meski pertandingan berlangsung ketat, Jesus menunjukkan performa mengesankan dengan energi tinggi dan kontribusi ofensif, membuatnya merasa bangga bisa kembali berkompetisi di level tertinggi. Kembalinya Jesus menjadi angin segar bagi Arsenal yang sedang mengejar trofi di berbagai kompetisi. BERITA OLAHRAGA
Perjalanan Panjang Pulih dari Cedera: Gabriel Jesus Senang Usai Bisa Lawan Crystal Palace
Gabriel Jesus mengalami cedera anterior cruciat ligament pada lutut kirinya awal tahun 2025, yang memaksanya absen selama 11 bulan. Proses pemulihan berjalan intensif, dengan Jesus harus berjuang melawan rasa takut dan keraguan saat kembali ke lapangan. Ia pertama kali tampil sebagai pengganti di laga Champions League melawan Club Brugge, diikuti penampilan singkat kontra Wolves dan Everton. Melawan Crystal Palace, Mikel Arteta akhirnya memberi kepercayaan penuh dengan menurunkannya sebagai starter. Jesus bermain sekitar satu jam, menunjukkan kecepatan, pressing agresif, dan kemampuan menciptakan peluang, meski belum mencetak gol. Ia menyebut momen ini sebagai pencapaian besar setelah perjuangan panjang.
Rekor Apik Jesus Melawan Crystal Palace: Gabriel Jesus Senang Usai Bisa Lawan Crystal Palace
Crystal Palace seolah menjadi lawan favorit Gabriel Jesus. Tahun lalu di tahap yang sama EFL Cup, ia mencetak hat-trick brilian yang membantu Arsenal comeback menang 3-2. Beberapa hari kemudian di Premier League, Jesus kembali mencetak brace saat Arsenal menang telak 5-1 di Selhurst Park. Total, ia sudah mencetak lima gol dalam dua laga kontra Palace dalam waktu singkat. Di pertemuan terbaru ini, meski tanpa gol, Jesus tetap jadi ancaman konstan dengan pergerakan cerdas dan kerja keras tanpa bola. Rekor ini membuatnya semakin percaya diri, terutama karena Palace sering kesulitan menghentikan gaya bermainnya yang dinamis dan tak terduga.
Dampak Kembalinya Jesus bagi Arsenal
Kedatangan kembali Jesus datang di saat tepat bagi Arsenal yang menghadapi jadwal padat akhir tahun. Dengan beberapa pemain kunci cedera seperti Kai Havertz dan Gabriel Magalhaes, Jesus memberikan opsi tambahan di lini depan. Ia bersaing dengan Viktor Gyokeres yang sedang mencari performa terbaik, tapi energi Jesus di luar penguasaan bola jadi nilai plus bagi taktik Arteta. Pelatih Spanyol itu memuji semangat juang Jesus, yang disebutnya “luar biasa” dan siap dimanfaatkan tim. Penampilannya melawan Palace membuktikan Jesus masih punya kualitas untuk jadi pembeda, terutama di momen krusial seperti perempat final piala.
Kesimpulan
Gabriel Jesus benar-benar senang bisa kembali melawan Crystal Palace, lawan yang selalu membawa keberuntungan baginya. Setelah melewati cedera panjang yang menguji mental dan fisik, starter pertamanya di EFL Cup jadi bukti ketangguhan sang pemain. Kontribusinya membantu Arsenal tetap kompetitif, dan rasa bahagia Jesus menular ke seluruh tim. Dengan semangat ini, Jesus berpotensi jadi kunci sukses Arsenal di paruh kedua musim, terutama saat mengejar trofi. Para penggemar kini semakin optimis melihat senyum Jesus kembali menghiasi lapangan.
