Bagaimana Dengan Masa Depan Xabi Alonso di Madrid. Xabi Alonso resmi menjadi pelatih Real Madrid sejak Juni 2025, menggantikan Carlo Ancelotti yang pindah ke timnas Brasil. Kontraknya berdurasi tiga tahun hingga 2028, tapi setelah lima bulan pertama, pertanyaan soal masa depannya mulai muncul. Start musim yang bagus dengan rekor poin tertinggi di La Liga dalam 64 tahun berhadapan dengan kritik atas hasil di laga besar dan adaptasi taktik baru. Di akhir November 2025, posisi Alonso masih aman, tapi tekanan khas Madrid mulai terasa. INFO CASINO
Start Positif yang Tak Bisa Diabaikan: Bagaimana Dengan Masa Depan Xabi Alonso di Madrid
Alonso langsung bawa angin segar dengan skuad termuda kedua di La Liga. Timnya pimpin klasemen dengan selisih nyaman, pertahanan lebih solid, dan pressing tinggi yang bikin bintang-bintang ikut bertahan. Kemenangan telak atas tim-tim menengah jadi bukti proyek jangka panjang mulai berjalan. Florentino Perez dan petinggi klub masih beri dukungan penuh, bahkan Ancelotti dari Brasil bilang Alonso bakal sukses. Hasil ini bikin mayoritas pendukung yakin bahwa ini baru awal era baru yang menjanjikan.
Tekanan dan Kritik yang Mulai Menggunung: Bagaimana Dengan Masa Depan Xabi Alonso di Madrid
Tak semuanya mulus. Kekalahan dari tim elite Eropa dan beberapa hasil imbang di liga bikin sebagian media dan fans mulai ragu. Ada yang bilang taktik Alonso terlalu idealis untuk skuad penuh ego, apalagi saat rotasi pemain muda malah bikin inkonsistensi. Desember jadi bulan krusial: laga pada 10 Desember disebut-sebut bisa jadi penentu jika hasil buruk beruntun. Alonso juga minta tambahan pemain di bursa musim dingin, terutama gelandang, yang menunjukkan ia sadar ada kekurangan yang harus segera dibenahi.
Dukungan Klub dan Visi Jangka Panjang
Perez tetap tegas: proyek Alonso adalah investasi masa depan. Kontrak panjang bukan sekadar formalitas, tapi komitmen untuk bangun tim dominan dengan campuran talenta muda dan bintang mapan. Alonso bawa staf dari Leverkusen, terapkan filosofi possession tinggi plus transisi cepat yang butuh waktu matang. Kritik dianggap wajar untuk pelatih baru di klub sebesar Madrid, tapi selama petinggi masih percaya, kursi pelatih tak akan goyah begitu saja.
Kesimpulan
Masa depan Xabi Alonso di Real Madrid masih cerah meski ada awan tekanan. Dengan kontrak hingga 2028 dan dukungan kuat dari presiden, ia punya waktu untuk bukti visi jangka panjangnya. Hasil di bulan-bulan krusial akhir 2025 akan tentukan apakah ini jadi era keemasan baru atau hanya transisi singkat. Yang pasti, Alonso datang sebagai legenda dan punya semua alat untuk jadi pelatih sukses di Bernabeu — asal diberi ruang berkembang tanpa ekspektasi instan yang tak realistis.
