Modric Jadi Raja di AC Milan Serie A. Luka Modric, legenda Kroasia berusia 40 tahun, sedang menikmati babak baru kariernya di AC Milan pada musim Serie A 2025/2026. Setelah meninggalkan Real Madrid sebagai free agent pada Juli 2025, ia langsung menjadi pilar utama di lini tengah Rossoneri. Di bawah arahan Massimiliano Allegri, Modric memimpin tim dengan pengalaman dan kelasnya, membantu Milan bersaing di papan atas klasemen. Performa konsistennya membuatnya disebut sebagai “raja” baru di San Siro, meski usia tak lagi muda. BERITA OLAHRAGA
Performa Impresif Modric di Serie A: Modric Jadi Raja di AC Milan Serie A
Modric telah memainkan hampir semua laga Serie A sebagai starter, dengan menit bermain terbanyak di skuad Milan. Hingga akhir 2025, ia mencetak satu gol penting—termasuk satu saat melawan Bologna yang membuatnya jadi pemain tertua kelima yang mencetak gol di usia 40-an—dan menyumbang dua assist. Ratingnya termasuk lima besar di antara gelandang Serie A, dengan akurasi umpan tinggi, tackle sukses, dan visi permainan yang tetap tajam. Ia sering jadi MVP laga, seperti saat kemenangan atas Bologna di mana ia mengatur tempo dan mencetak gol kemenangan. Di usia 40, Modric membuktikan bahwa kelasnya tak pudar, bahkan jadi motor penggerak serangan Milan yang lebih dinamis musim ini.
Peran Kepemimpinan dan Dampak di Ruang Ganti: Modric Jadi Raja di AC Milan Serie A
Selain di lapangan, Modric jadi pemimpin sejati di Milan. Ia membawa mentalitas juara dari 28 trofi bersama Real Madrid, termasuk enam Liga Champions dan Ballon d’Or 2018. Allegri beri ia kebebasan penuh di tengah, dan Modric respons dengan profesionalisme tinggi yang menginspirasi pemain muda seperti Ruben Loftus-Cheek dan Yunus Musah. Kepindahannya ke Milan—klub idola masa kecilnya karena Zvonimir Boban—jadi cerita emosional yang tambah motivasi. Klub bahkan pertimbangkan perpanjangan kontrak hingga 2027 karena kontribusinya tak tergantikan, baik sebagai leader maupun pengaruh positif di ruang ganti.
Prospek Milan Bersama Modric
Dengan Modric sebagai pusat permainan, Milan tampil lebih solid dan ambisius. Mereka bersaing ketat dengan Inter dan Napoli di papan atas, menargetkan scudetto setelah musim sebelumnya finis delapan. Kedatangannya gantikan kehilangan pemain kunci seperti Tijjani Reijnders, dan bantu tim bangkit tanpa kompetisi Eropa yang padat. Modric sendiri incar performa terbaik untuk perkuat peluang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Kroasia. Kehadirannya ubah Milan jadi tim lebih matang, dengan potensi besar raih trofi domestik musim ini.
Kesimpulan
Luka Modric benar-benar jadi raja di AC Milan pada Serie A musim ini, dengan performa gemilang yang bantah keraguan soal usia. Dari gol, assist, hingga kepemimpinan, ia beri dampak besar bagi Rossoneri yang sedang bangkit. Kontrak satu tahunnya mungkin diperpanjang, tapi yang pasti, Modric terus tulis sejarah baru di Italia. Di usia 40, ia tetap salah satu gelandang terbaik dunia, dan Milan beruntung punya dia sebagai penggerak utama menuju kesuksesan lebih besar. Musim ini baru separuh jalan, tapi pengaruh Modric sudah terasa sangat dalam.
